Skip to Content

IDN-NSW has adopted 50 (fifty) Trees for Indonesia (and counting!)

Earth Day, Every Day For Mother Earth
In cooperation with the Community Tunggilis and Sarongge, Cianjur, West Java, which already has a credible track record in planting tree and empowerment of local farmers, we invite friends in Australia to plant and adopt trees (AU $ 10 / tree) . Your donation can be paid at the Bank: CBA, Randwick branch, account name: Indonesian Diaspora Network Australia(Society Cheque Acct), BSB: 062-230, Account Number: 11171313, Transaction Code: Pohonrantau
This field is mandatory.
This field is mandatory.
This field is mandatory.
This field is mandatory.
This field is mandatory.
This field is mandatory.
Text to Identify

Why is Indonesian Coffee Unique?

To find out, please click the image.

 

 

LENSAINDONESIA.COM: The Body Shop memperkenalkan produk terbarunya The Body Shop Foundation Dragon Fruit Lip Butter. Produk ini merupakan salah satu produk yang mendukung kampanye The Body Shop Foundation, sebuah lembaga yang mensupport berbagai organisasi amal di seluruh dunia.

Rika Anggraini, Head of Corporate Communications The Body Shop Indonesia, mengatakan keuntungan dari penjualan produk baru ini akan disalurkan kepada 3 lembaga swadaya masyarakat yakni Yayasan Prakarsa Hijau, Borneo Orang Utan Survival Foundation, dan KAKAK Foundation.

[Read More]

Data adopsi pohon rantau berdasar koordinator sampai 13 Februari 2016 (CMIIW):

1. Eka Tanjung, Belanda, 25 pohon
2. Asri Mitchell, Inggris, 15 pohon
3. Ita Gibbons, Inggris, 10 pohon
4. Eva Reinhard, Jerman/Italia/Swiss, 113 pohon
5. Rudolf Wirawan, Australia, 50 pohon
6. Iwan Sunito, Australia, 100 pohon
7. Sonita Lontoh, Amerika, 10 pohon
8. Astrid Vasile, Australia, 10 pohon
9. Yona Alowie, Polandia, 20 pohon
10. Indah Morgan, Tiongkok, 20 pohon
11. Lio Kurniawan, Jakarta, 100 pohon
12. Nusantio Amien Setiadi, Jakarta, 20 pohon
13. Klub gowes sepeda Never Give Up (NGU), Jakarta, 150 pohon
14. Nugroho Dewanto, Jakarta, 20 pohon.
15. GKI Bratislava, Slowakia, 10 pohon
16. Lily Rogers, Inggris, 19 pohon
17. Monica Tanuhandaru, Jakarta, 10 pohon
18. Dharma Mulyo Dkk, Australia, 6 pohon
19. Eka Tanjung, Belanda, 25 pohon
20. Rienna Madtealgram-Lyansky, Amerika, 66 pohon
21. Bina Bektiati, Jakarta, 6 pohon
22. Andrian Fustin, Jakarta, 30 pohon
23. Anne Rufaida, Inggris, 15 pohon
24. George, Inggris, 10 pohon
25. Stephen Morgan, Australia, 10 pohon
26. KAMI, Australia, 10 pohon
27. Siau Tiong Djin, Australia, 30 pohon
28. Tommy Then, Jakarta, 3 pohon

TOTAL 913 pohon.

Indonesia Pintar

 

Sekolah Bahasa Indonesia

Pelangi Indonesia

 

Membuka kelas-kelas baru untuk tingkat primary dan high school serta tersedia juga kelas orang dewasa

Tempat : 1. Marrickville West Public School

                   Corner Beauchamp St and Livingstone St

                   Setiap Sabtu, jam 10.30 pagi – 12.30 siang

                   Tahun ajaran 2016 akan dimulai Sabtu tanggal  6 Febuari 2016

                 2.  Gedung KJRI Sydney Maroubra

                   Setiap Sabtu, jam 2 – 4 siang

                   Tahun ajaran 2016 akan dimulai Sabtu tanggal 30 Januari 2016.

Hubungi:   Andi Dwipasatya  0433 421 355

                   Yusran Sipala    0412 797 866

                   Epy Djulianti    0405 369 346

TOWARDS BUILDING A STRONG NATION'S CHARACTER

Sydney, 1 November 2016
Fungsi Penerangan, Sosial & Budaya KJRI Sydney
 
Pada tanggal 30/10/2016 malam, bertempat di Punchbowl Community Centre, Australia, sekitar 400 anggota diaspora dan masyarakat Indonesia menghadiri acara Diaspora Night. Acara ini merupakan kali pertama dilakukan oleh  Indonesian Diaspora Network Australia sejak pembentukannya pada Juli 2013. Dubes RI untuk Australia, Bpk. Nadjib Riphat Kesoema beserta isteri, dan Konjen RI Sydney, Dr. Yayan G.H. Mulyana beserta isteri hadir sebagai tamu kehormatan.
 
Kegiatan dengan tema "Jauh di Mata, Tetap di Hati, Cinta Indonesia" ini terselenggara atas dukungan KBRI Canberra, KJRI Sydney, organisasi-organisasi kemasyarakatan Indonesia di Australia, dan para sponsor lainnya. Tujuan utama acara ini untuk memperluas jejaring kerja sama, menjajaki peluang, mempromosikan kesejahtaraan bersama bagi Indonesia dan para diaspora Indonesia.
 
"Malam ini saya sangat, sangat bangga. Bukan saja karena wajah Indonesia yang lengkap  ditampilkan melalui peragaan busana dan pertunjukan seni budaya dari Sumatera di ujung barat hingga Papua di ujung timur negeri tercinta, Indonesia. Lebih dari itu, saya sangat bangga melihat besarnya rasa cinta Bapak/Ibu kepada Indonesia, meskipun sebagian besar diaspora Indonesia sudah menjadi warga negara Australia ataupun memiliki status sebagai permanent resident", Dubes Nadjib menyampaikan dalam sambutannya dengan mimik serius.
 

 Donasi Anda dapat dibayarkan pada Bank: CBA, cabang Randwick, dengan nama account: Indonesian Diaspora Network Australia, BSB: 062-230, Account Number: 11171313, Transaction Code: Pohonrantau

Mengapa mengadopsi pohon?

Mengubah peggunaan lahan: Jawa hanya mewaliki 7% dari lahan di Indonesia, tetapi 67% dari populasi penduduk Indonesia ada di Jawa, hanya sedikit hutan yang tersisa di wilayah ini. Sedikitnya hutan yang tersisa ini dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, kekeringan di musim kemarau dan banjir di wilayah Jabodetabek pada musim hujan.

Kemiskinan petani: Rata-rata petani di Tunggilis menanam 0,2 ha lahan dan memiliki pendapatan rumah tangga sekitar Rp 30.000/hari. Oleh sebab itu mereka tdak dapat menginvestasikan produktivitas pertanian mereka, karena lingkaran kemiskinan (lihat diagram), dan terkadang mengambil jalan lain dengan membuka area lahan baru untuk mengatasinya.

Dengan mengadopsi pohon Anda akan membantu kami untuk memutus rantai kemiskinan tersebut. Kami akan membantu petani mengembangkan pertanian produktif, yang tidak hanya membantu melindungi lingkungan lokal, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan lebih dari dua kali lipat, membantu petani yang sebelumnya menanam satu jenis tanaman, dan hanya bergantung pada satu sumber pendapatan menjadi petani yang mengolah pertanian dan peternakan, dengan sumber pendapatan yang lebih bervariasi dan tidak lagi dibawah garis kemiskinan.

[Read More]

Salah Satu Kopi Terbaik Indonesia Asal Papua Ini Ternyata Ampuh Cegah Kanker

Kabar-rantau.com, - Salah satu dataran tinggi di Indonesia ternyata memiliki potensi alam berupa produksi kopi terbaik yang memiliki kadar asam dan kafein yang rendah serta kaya akan khasiat untuk berbagai macam penyakit. Di manakah daerah itu? Ternyata di ujung Timur Indonesia yaitu dataran tinggi Papua merupakan tempat salah satu kopi terbaik yang dimiliki Indonesia. "Kopi arabika yang ditanam di area puncak pegunungan Jayawijaya memiliki kadar asam yang mendekati nol, dan kafein yang rendah. Karena semakin tinggi tempatnya, kopi arabika akan semakin bagus," ujar Kwei Ing saat di wawancarai Radar Bandung,

[Read More]

Promosi Wisata Awal Musim Gugur di Sydney

Kabar-Rantau.com: Promosi pariwisata Indonesia di berbagai negara memang sedang gencar-gencarnya. Dengan target tinggi yang ditetapkan pemerintah, yaitu 12 juta wisatawan mancanegara, citra Wonderful Indonesia digaungkan di berbagai pameran internasional. Sydney, Australia segera menjadi tempat mempromosikan Indonesia dengan tajuk Wonderful Indonesia Festival and Travel Fair yang akan berlangsung dua hari, 30 April – 1 Mei 2016 di Tumbalong Green, Darling Harbour.

[Read More]

Diaspora Indonesia

For Dinda Vasile of the Perth suburb of Wilson the sky is literally the limit. The 21-year-old Royal Australian Air Force Flying Officer is an aeronautical engineer, once the domain of men, and works on fighter jets and other military aircraft.

Read More

 

 

BRAND NEW SINGLE TO THE END OF THE EARTH AVAILABLE JULY 17, 2013

NATIONAL TOUR
NOVEMBER 2013 & JANUARY 2014
TICKETS ON SALE MONDAY AUGUST 5 FROM 2PM

Read More

 

Iwan Sunito, who founded the company with Paul Sathio, told The Australian that the timing of a listing would depend on market conditions, but more importantly, how fast the company could build up an investment portfolio.

Read More

Press release IDN Global welcome the statement of President Jokowi about dual citizenship

During President Jokowi's dialog session with members of the Indonesian diaspora in Washington D.C. on Sunday (October 25). President Jokowi says he will support the dual citizenship bill. "I would like to push for [the bill] so that it can be resolved quickly."
 
Minister of Foreign Affairs Retno L. P. Marsudi added, saying the government has been discussing the bill and that there was some progress made in August during a meeting of Indonesian Diaspora in Jakarta.
 
According to Marsudi, the government believes that overseas diaspora populations have great potential to support national development efforts. "We must manage our existing assets well through strong cooperation. We will review this and I have also conveyed the matter to the Minister of Justice and Human Rights. If the president says so, then the direction is clear," Marsudi said.
 
[Read More] in English
[Read More] in Bahasa Indonesia

‘Becak’ driver’s child named best graduate

A poor man's smart daughter: Raeni (center) steps down from her father's becak (pedicab) to participate in her graduation ceremony while Semarang State University (Unnes) rector Fathur Rokhman (left) welcomes her to the Unnes auditorium in Semarang, Central Java, on Tuesday. Raeni, daughter of Mugiyono (right) , a becak driver, emerged as Unnes' best student with distinction. (JP/Suherdjoko)

Mugiyono, a becak (pedicab) driver in the Central Java city of Semarang, burst into tears when his youngest daughter, Raeni, 21, graduated with an undergraduate degree in accounting from the Semarang State University, earning a performance index of 3.96. 

Read More ...

Diaspora Indonesia Rintis Dwi Kewarganegaraan

VIVAnews - Diaspora Indonesia sepakat untuk membentuk kelompok kerja (pokja) untuk membahas isu imigrasi dan kewarganegaraan. Pokja ini nantinya akan terdiri dari unsur pemerintah, parlemen, diaspora, dan akademisi. 

Pernyataan itu merupakan salah satu hasil kesepakatan gugus kerja usai Kongres II Diaspora selama tiga hari dan disampaikan perwakilan Diaspora Belanda, Daliana Suryawinata, saat penutupan kongres Selasa malam, 20 Agustus 2013, di Jakarta Convention Center (JCC).

Selain membentuk pokja, para diaspora juga sepakat akan menyusun naskah akademik mengenai dwi kewarganegaraan yang hasilnya akan disampaikan kepada pemangku kebijakan.
 

Read more

Diaspora Indonesia Serempak Untuk Beraksi

Jakarta (Antara) - Perwakilan Jaringan Diaspora Indonesia dari Belanda Daliana Suryawinata mengatakan diaspora Indonesia serempak untuk beraksi di kedua belas bidang yang dibahas dalam Kongres. 

"Ke-12 bidang tersebut antara lain energi, ketenagakerjaan, imigrasi dan kewarganegaraan, pendidikan, iptek, kota yang enak didiami, ekonomi hijau, kesehatan, bisnis dan investasi, kuliner, kedirgantaraan serta kepemudaan," ujarnya saat penutupan Kongres Diaspora Indonesia ke-2 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa. 

Menurut dia, di bidang energi, yaitu membentuk Jaringan Profesional Energi Diaspora Indonesia sebagai "platform" kolaborasi bersama seluruh "stakeholder" untuk saling berbagi informasi, solusi dan "best practice" bagi para diaspora yang memiliki kepakaran di bidang energi: minyak, gas, batubara, panas bumi serta energi baru dan terbarukan. 

Read more

Click here for a complete CID II Outcome

Lisa Virgiano, Tanpa Pamrih Promosikan Kuliner Indonesia ke Mancanegara

TERLAHIR dari keluarga petani, perempuan beranak tiga ini melakukan riset dan observasi kecil-kecilan ke pasar-pasar dan rumah makan sebagai apresiasi kulinernya. Kesimpulannya hasil panen petani kurang berkualitas dan hanya mengejar keun tungan.

Karena itu untuk mencapai kesejahteraan berarti harus ditingkatkan kualitas hasil pertaniannya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Swedia, perempuan kelahiran 5 September 1981 ini terjun ke sawah-sawah hampir di seluruh Indonesia. Tanpa didanai siapapun dan hanya berbekal satu tekad untuk menjadikan kesejahteraan para petani menjadi lebih baik.

 

[See More]

Indonesian diaspora and dual citizenship: The benefits

In August this year as in last year, the third Congress of the Indonesian Diaspora will be held in Jakarta, summoning flocks of overseas Indonesians, or the Indonesian diaspora, to return to the country dear to their hearts. Numbering over 8 million people in over 90 different countries, the diaspora comprises Indonesian citizens, former Indonesian citizens and their descendants. Embodying the Indonesian microcosm abroad, the diaspora is no less diverse and dynamic than their country of origin. 

read more ,,,
 

A Good Australian Philanthropic Example

FORMER British Prime Minister Tony Blair has approved of a deal Andrew "Twiggy" Forrest has struck to help Pakistan access energy and eradicate slavery.

Andrew "Twiggy" Forrest has announced an energy deal for Pakistan that has won the praise of former British PM Tony Blair. Source: Supplied

Mr Forrest is the chairman of Fortescue Metals and the Founder of the Walk Free Foundation, which is dedicated to ending modern slavery.

The partnership will see Mr Forrest help Pakistan undertake a feasibility study to convert its lignite coal to diesel. In return they will commit to work with Mr Forrest's Foundation.

Mr Blair ran into Prime Minister Tony Abbott this morning at the World Economic Forum in Davos, Switzerland.

Mr Blair said Mr Forrest was setting "a good Australian philanthropic example". Mr Abbott agreed, declaring him an "absolute human dynamo".

Mr Forrest announced the deal in Davos yesterday.

Read More ...

View Point: The Indonesian diaspora: Itching to pitch in for RI

View Point: The Indonesian  diaspora: Itching to pitch in for RI

Julia Suryakusuma, Jakarta | Opinion | Wed, August 28 2013, 9:07 AM

While still in my mother's womb, I was already a member of the Indonesian diaspora. My parents' diplomatic postings meant a life moving between foreign countries, even while my mother was pregnant. And although I never heard the word "diaspora" when I was a kid, it was the only sort of life I knew until I reached my teens. 


So, when I sat in the assembly hall of the Jakarta Convention Center (JCC) on Aug. 19 for the opening ceremony of the second Congress of Indonesian Diaspora (CID), I felt a strong connection to the other delegates. There were almost 4,000 from 55 Indonesian Diaspora Network (IDN) branches in 26 countries, and the energy in the hall was amazing: positive, dynamic, full of enthusiasm, pride and love — especially when the national anthem "Indonesia Raya" was sung.

Read More

IDN-AU Membantu KAIT Plus

Kunjungan IDN Australia
 
 
KAIT Plus merupakan kependekan dari Keluarga Akrab Imam Taqwa Plus yang merupakan sebuah program dari Yayasan Alang-Alang yang di ketuai oleh Melati. 
 
Di akhir bulan February tepatnya tanggal 27, Sekretaris Jenderal IDN Australia, Osco Olfriady Letunggamu mengunjungi lokasi KAIT Plus di Pamulang Timur yang beralamat lengkap di Jl. RE. Martadinata Rt.02/Rw.10 Pamulang Timur, Tangerang Selatan.
 
 

Indonesia Bisa

The co-founder of Mixi, Japan's largest social networking site with 80% market share and 30 million users, is an Indonesian.  So is the global head of IT network design at Disney.  So is the director of supply chain at Panda Express, the largest Chinese food chain in the US with 1,500 stores and $1.5 billion in revenue.  The South African ambassador to the US is of Indonesian descent – an ancestor, from Sulawesi, was sent as a slave to Cape Town 300 years ago and refused to change her Indonesian name.

The overseas diaspora – Indonesians citizens living and working abroad, those who have become foreign citizens or those people of Indonesian descent – are a talented group of Indonesians who have been an unrecognized and unconnected community.  Until now.

Read More